Kali ini aku mau membahas perihal masalah percobaan bunuh diri atau perlakuan yang menyakiti diri sendiri.
Bunuh diri ( dalam bahasa inggris : suicide ; dalam budaya jepang dikenal dengan istilah harakiri ) adalah tindakan mengakhiri hidup sendiri tanpa bantuan aktif orang lain. Alasan atau motiff bunuh diri bermacam-macam, namun biasanya didasari oleh rasa bersalah yang sangat besar, karena merasa gagal untuk mencapai sesuatu harapan.
Ngomong soal bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, aku gak mau munafik dengan bilang aku gak pernah. Sangat jelas malah aku menulis tentang ini karena aku pribadi udah berkali-kali melakukan hal tersebut.
Bukan cuma 1-2 kali aku menyakiti diriku sendiri ataupun melakukan percobaan bunuh diri. Dari mulai minum parfum, minum baygon, minum obat-obatan melebihi dosis, nyilet-nyilet tangan, semua udah pernah aku lakukan.
Aku disini bukan mau mengajak kalian yang membaca ini untuk melakukan percobaan bunuh diri kaya yang udah pernah aku lakukan ya.
Sekarang pertanyaannya adalah :
"Apa sih yang menjadi alasan orang melakukan tindakan percobaan bunuh diri ataupun menyakiti diri sendiri...?"
Semua masalah diatas itu bisa menyebabkan orang melakukan tindakan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri. Aku pribadi pernah melakukan hal semacam itu karena stress dan karena galau.
Tapi disini, aku gak mau membahas masalah apa aja yang ngebuat orang melakukan tindakan bunuh diri. Aku lebih pengen untuk mengingatkan orang lain bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Begitu juga dengan apa yang pernah kulakukan. Aku sangat tau kalo itu sangatlah salah.
Dalam agama apapun, yang namanya bunuh diri atau hanya menyakiti diri sendiri aja itu udah dosa hukumnya. Gak ada satu agama pun yang membenarkan bunuh diri.
Coba dipikir-pikir ya.. orang melakukan bunuh diri, kasarnya supaya terlepas dari bebannya selama dia hidup di dunia yang udah ngebuat dia stres, galau, terbeban dan yang lainnya. Tapi apa yakin dengan bunuh diri semuanya selesai..? Jawabannya ada 2..
1. Gak
2. Iya, lepas dari beban di dunia, tapi.. kena beban baru yang jauh lebih berat..
Ada yang nanya mungkin.. "Maksudnya...?"
Ya maksudnya, emang terlepas dari beban di dunia.. tapi ada dunia lain yang siap memberikan tantangan yang lebih parah dan lebih gila lagi. "Dunia apa?? Udah mati mana ada dunia lagi.. semua udah bebas.." Nyakiiiin? Jangan lupa ada yang namanya "Alam Kubur". Alam setelah kita di kubur. Dunia baru kita setelah kita mati sebelum hari penghakiman.
Aku selalu bilang, "Bunuh diri, memang melepaskan kita dari siksa dunia, tetapi akan segera membelenggu kita dalam siksaan alam kubur." Dikira habis mati gak ada kehidupan lain? Ada mba,mas,bro,sis.. Masih ada kehidupan lain lagi yang bisa aja menyiksa kita. Terlebih bunuh diri itu dosa. Ya, kalo bagi yang muslim, mungkin tau ya, apa yang akan terjadi saat kita melakukan tindakan bunuh diri, apa yang akan terjadi di alam kubur nantinya.
Kalo mau baca cerita yang agak mistis tentang bunuh diri, bisa juga baca di kisah yang satu ini "yakin masih mau bunuh diri?" - Risa Saraswati .
Back to topic ya..
Dulu, frekuensi aku melakukan tindakan untuk percobaan bunuh diri itu seringnya kebangetan. Tapi, tiba gw berpikir.. "Gak usah bunuh diri deh.. Menyakiti diri sendiri aja itu dosa hukumnya". Dari situ, frekuensi aku melakukan hal bodoh itu berkurang perlahan tapi pasti. Aku mulai mencoba membayangkan sesuatu. Bayangkan aja dan coba dipikirkan dengan baik ya. Badan kita ini bukan milik kita. Kita hanya "dipinjamkan" tubuh sama Sang Pencipta untuk kita hidup di dunia. Sekarang gw kasih ilustrasi dikit aja. Pernah meminjam barang dari orang lain? Terus kalian balikin dalam keadaan barang yang kalian pinjam itu rusak. Gimana reaksi orang yang barangnya kalian pinjam? Pasti sedih, marah, bt, kesel, dll. Atau dibalik aja keadaannya. Barang kalian yang dipinjem dan dikembaliin dalam keadaan rusak. Bt kan pasti? Sekarang balik lagi ke yang tadi, badan kita itu cuma "pinjaman" dari Tuhan, bagaimana kalo kita rusak untuk hal-hal yang dilarang oleh-Nya..?
Kali ini aku balik sedikit ke penyebab atau alasan orang melakukan tindakan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.
1. Stres
Stres itu banyak pemicunya. Banyak kerjaan, banyak masalah, banyak pikiran, banyak tekanan, kecapean, dll.
Dipikir-pikir soal masalah, didunia ini semua orang pasti pernah kena masalah dan berhadapan dengan masalah yang berat. Tapi kenapa gak semua orang dengan masalah yang berat melakukan tindakan suicide attempt atau self-harm? Beberapa alasannya mungkin karena mereka masih memiliki iman yang kuat. Atau mungkin juga karena mereka tahu bahwa di dunia ini masih ada setumpukkan orang lain yang hidupnya gak lebih baik daripada mereka. Bisa juga karena mereka menganggap bahwa masalah itu sebagai bukti bahwa Tuhan masih selalu mengingatkan kita untuk kembali kepada-Nya.
Karena pada dasarnya, manusia itu selalu lupa kalo udah happy. Kalo udah happy, lupa deh sama Tuhan. Giliran ada masalah baru pada inget sama Tuhan. Tapi, hal yang bodoh dilakukan oleh orang yang berpikiran pendek adalah dengan jalan pintas, bunuh diri. Dengan harapan mereka akan terlepas dari masalah mereka.
2. Beban Ekonomi
Beban Ekonomi itu juga salah satu hal yang bisa membuat seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Bisa juga beban ekonomi dimasukkan dalam penyebab seseorang bisa stres. Kalo dipikirkan baik-baik, diluar sana ada setumpukkan orang yang gak punya uang, bahkan harus tinggal dibawah kolong jembatan, tapi mereka gak bunuh diri. Mereka masih mau berusaha untuk menjadi lebih baik walaupun dengan hidup seadanya, makan seadanya dan tinggal dirumah yang gak layak.
3. Putus Cinta / Galau
Naaaah ini nih salah satu hal yang paling sering jadi alasan orang bunuh diri. Diputusin pacar, bunuh diri. Pacar selingkuh, bunuh diri, dll. Aku salah satu orang yang pernah melakukan tindakan bunuh diri karena itu. Dan akhirnya aku malu.
Aku malu sama mama'ku yang tau aku melakukan tindakan bunuh diri. Mama'ku ngeliat tanganku yang penuh sama setumpukkan luka dan dia juga yang ngobatin tanganku. Dia langsung ngasih pertolongan pertama dengan cepet. Dan disitu mama'ku ngebahas masalah meninggalnya papa'ku. Dia bilang, "Lu cuma putus aja sampai bunuh diri. Coba lu pikir gimana mama? Mama ditinggal bapak lu buat selamanya. Lu masih bisa ngeliat dia. Mama mana bisa lagi ngeliat bapak lu. Bodoh banget kalo lu kaya begini hanya untuk seorang cowo".
Itu bener-bener ngebuat aku malu banget dan gak tau harus naro muka'ku dimana depan mama'ku. Dari situ aku memutuskan untuk gak ngelakuin hal bodoh hanya karena putus cinta.
Putus cinta itu bukan akhir dari segalanya, mba mas bro sis. Masih panjang kehidupan yang harus dilalui. Bunuh diri karena cinta itu super stupid. Kita harus berkaca pada orang-orang yang kehilangan orang yang dicintainya untuk selamanya, karena mereka akan berusaha bertahan, bukan bunuh diri. Dan apa dengan bunuh diri, orang yang meninggalkan kita itu akan kembali? Belom tentu kan. Jadi berpikir lebih logis dikitlah ya. :)
Aku malu sama mama'ku yang tau aku melakukan tindakan bunuh diri. Mama'ku ngeliat tanganku yang penuh sama setumpukkan luka dan dia juga yang ngobatin tanganku. Dia langsung ngasih pertolongan pertama dengan cepet. Dan disitu mama'ku ngebahas masalah meninggalnya papa'ku. Dia bilang, "Lu cuma putus aja sampai bunuh diri. Coba lu pikir gimana mama? Mama ditinggal bapak lu buat selamanya. Lu masih bisa ngeliat dia. Mama mana bisa lagi ngeliat bapak lu. Bodoh banget kalo lu kaya begini hanya untuk seorang cowo".
Itu bener-bener ngebuat aku malu banget dan gak tau harus naro muka'ku dimana depan mama'ku. Dari situ aku memutuskan untuk gak ngelakuin hal bodoh hanya karena putus cinta.
Putus cinta itu bukan akhir dari segalanya, mba mas bro sis. Masih panjang kehidupan yang harus dilalui. Bunuh diri karena cinta itu super stupid. Kita harus berkaca pada orang-orang yang kehilangan orang yang dicintainya untuk selamanya, karena mereka akan berusaha bertahan, bukan bunuh diri. Dan apa dengan bunuh diri, orang yang meninggalkan kita itu akan kembali? Belom tentu kan. Jadi berpikir lebih logis dikitlah ya. :)
4. Menderita Gangguan Jiwa atau Penyakit Kronis
Gangguan jiwa yang aku maksud disini bukannya gila ya. Karena banyak gangguan jiwa lainnya yang bisa menyebabkan orang melakukan tindakan bunuh diri. Seperti halnya aku yang mengidap bipolar disorder. Saat mood ku lagi down, aku bisa berpikir untuk melakukan hal bodoh karena tersiksa dengan mood swing yang super extreme. Bukan cuma aku, banyak orang yang melakukan tindakan bodoh hanya karena gak tahan dengan penyakit yang dideritanya. Padahal kalo dipikir, sesakit apapun kita, pasti ada jalan penyembuhannya asal kita bener-bener yakin bahwa kita bisa sembuh dan bukan dengan bunuh diri. Itu cuma hal bodoh.
Buat yang muslim, harusnya pada tau, kalo yang namanya sakit, penderitaan atau malapetaka, ada dihidup ini untuk mengurangi dosa-dosa kita selama di dunia. Berarti itu tandanya Tuhan sayang kan? Ia melunturkan dosa-dosa manusia selama di dunia, supaya nantinya di Hari Penghakiman, dosa-dosa udah berkuranglah.
Bisa juga sakit itu sebagai teguran dan panggilan. Teguran untuk manusia-manusia yang melupakan Tuhan. Panggilan untuk kembali kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, memohon kesembuhan dan kekuatan kepada-Nya.
Jadi, janganlah bunuh diri karena sakit APAPUN. Mau gangguan kejiwaan atau gangguan fisik, syukurilah apa yang kita miliki, guys.
Aku juga pernah melakukan percobaan bunuh diri karena sakit kronis yang aku derita. Tapi, lagi-lagi aku sadar, gak cuma aku yang sakit kronis. Banyak di dunia ini orang yang hidup dengan gangguan jiwa dan sakit kronis, tapi bisa bertahan hidup dan gak memilih jalan untuk bunuh diri. Bahkan mereka bisa berkarya dan menciptakan perubahan.
Contoh aja ya, ini link tokoh-tokoh dunia, yang tetap bisa membuat perubahan dan bertahan melawan sakitnya.
Orang-orang jenius dengan gangguan kejiwaan
Gak ada orang yang mau menderita di dunia ini, tapi bunuh diri bukanlah jalan keluar dari segala penderitaan itu, mba mas bro sis. Bunuh diri cuma menunjukkan betapa lemahnya keimanan kita kepada Sang Pencipta. Bunuh diri hanya menunjukkan bodohnya kita sebagai manusia. Bunuh diri hanya menunjukkan bahwa kita tidak mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
Inget dengan baik, Tuhan itu tau seberapa kuat kita. Ia memberikan cobaan kepada kita karena Ia tau bahwa kita mampu untuk menghadapinya. Ia mengetahui kemampuan kita lebih dari kita mengetahui kemampuan kita. Ia tau betapa kuatnya kita. Satu cobaan yang kita hadapi, akan membuat derajat kita sebagai manusia semakin tinggi. Cobaan yang kita hadapi, gak seharusnya membuat kita menjadi lemah dan terpuruk, tetapi harusnya membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih mampu berpikir dengan bijak bagaimana untuk menghadapi kehidupan ini.
Sedikit saran dari aku sebagai orang yang pernah melakukan tindakan bunuh diri. Saat kita mulai merasa adanya keinginan untuk bunuh diri,
1. Berdiri dari tempat kita sebelumnya dan cobalah untuk mencari udara segar
2. Cuci muka atau mandi atau wudhu untuk umat Muslim
3. Jauhin benda-benda tajam yang bisa menyakiti diri kita
4. Hubungi orang yang kita percaya bisa membantu kita
5. Berdoa / Shalat
Untuk Para Caregiver, saran gw :
1. Jangan terlalu banyak bertanya, biarkan dia bercerita apa yang menjadi masalah besarnya. Karena pada saat ditanya terlalu banyak, yang ada bukannya ngerasa tenang, tapi malah ngerasa makin tertekan.
2. Sebisanya, ada disisinya untuk memberikan pelukan atau elusan dibagian punggung atau kepala untuk membantu menenangkan
3. Jauhin semua benda berbahaya yang bisa digunakan untuk menyakiti dirinya
4. Biarkan ia menangis sampai puas supaya merasa lega, karena walaupun gak menyelesaikan masalah, tapi nangis itu ngebuat lega.
Jangan pernah merasa bahwa kita itu sendirian. Tanpa kita sadar, kadang banyak yang sayang sama kita. Dan sebenernya, kita memang gak pernah sendiri sama sekali, karena malaikat-malaikat Tuhan selalu menyertai kita kemanapun kita pergi. :)
Yah kurang lebih itulah ya share dari aku tentang Bunuh Diri atau Menyakiti diri sendiri.
Semoga berguna dan semoga bisa membantu kalian mengingat bahwa bunuh diri itu bukan jalan keluar terbaik dari segala hal yang kalian hadapi. Keep smile, pray and try to be the best. :)
Gangguan jiwa yang aku maksud disini bukannya gila ya. Karena banyak gangguan jiwa lainnya yang bisa menyebabkan orang melakukan tindakan bunuh diri. Seperti halnya aku yang mengidap bipolar disorder. Saat mood ku lagi down, aku bisa berpikir untuk melakukan hal bodoh karena tersiksa dengan mood swing yang super extreme. Bukan cuma aku, banyak orang yang melakukan tindakan bodoh hanya karena gak tahan dengan penyakit yang dideritanya. Padahal kalo dipikir, sesakit apapun kita, pasti ada jalan penyembuhannya asal kita bener-bener yakin bahwa kita bisa sembuh dan bukan dengan bunuh diri. Itu cuma hal bodoh.
Buat yang muslim, harusnya pada tau, kalo yang namanya sakit, penderitaan atau malapetaka, ada dihidup ini untuk mengurangi dosa-dosa kita selama di dunia. Berarti itu tandanya Tuhan sayang kan? Ia melunturkan dosa-dosa manusia selama di dunia, supaya nantinya di Hari Penghakiman, dosa-dosa udah berkuranglah.
Bisa juga sakit itu sebagai teguran dan panggilan. Teguran untuk manusia-manusia yang melupakan Tuhan. Panggilan untuk kembali kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, memohon kesembuhan dan kekuatan kepada-Nya.
Jadi, janganlah bunuh diri karena sakit APAPUN. Mau gangguan kejiwaan atau gangguan fisik, syukurilah apa yang kita miliki, guys.
Aku juga pernah melakukan percobaan bunuh diri karena sakit kronis yang aku derita. Tapi, lagi-lagi aku sadar, gak cuma aku yang sakit kronis. Banyak di dunia ini orang yang hidup dengan gangguan jiwa dan sakit kronis, tapi bisa bertahan hidup dan gak memilih jalan untuk bunuh diri. Bahkan mereka bisa berkarya dan menciptakan perubahan.
Contoh aja ya, ini link tokoh-tokoh dunia, yang tetap bisa membuat perubahan dan bertahan melawan sakitnya.
Orang-orang jenius dengan gangguan kejiwaan
Gak ada orang yang mau menderita di dunia ini, tapi bunuh diri bukanlah jalan keluar dari segala penderitaan itu, mba mas bro sis. Bunuh diri cuma menunjukkan betapa lemahnya keimanan kita kepada Sang Pencipta. Bunuh diri hanya menunjukkan bodohnya kita sebagai manusia. Bunuh diri hanya menunjukkan bahwa kita tidak mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
Inget dengan baik, Tuhan itu tau seberapa kuat kita. Ia memberikan cobaan kepada kita karena Ia tau bahwa kita mampu untuk menghadapinya. Ia mengetahui kemampuan kita lebih dari kita mengetahui kemampuan kita. Ia tau betapa kuatnya kita. Satu cobaan yang kita hadapi, akan membuat derajat kita sebagai manusia semakin tinggi. Cobaan yang kita hadapi, gak seharusnya membuat kita menjadi lemah dan terpuruk, tetapi harusnya membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih mampu berpikir dengan bijak bagaimana untuk menghadapi kehidupan ini.
Sedikit saran dari aku sebagai orang yang pernah melakukan tindakan bunuh diri. Saat kita mulai merasa adanya keinginan untuk bunuh diri,
1. Berdiri dari tempat kita sebelumnya dan cobalah untuk mencari udara segar
2. Cuci muka atau mandi atau wudhu untuk umat Muslim
3. Jauhin benda-benda tajam yang bisa menyakiti diri kita
4. Hubungi orang yang kita percaya bisa membantu kita
5. Berdoa / Shalat
Untuk Para Caregiver, saran gw :
1. Jangan terlalu banyak bertanya, biarkan dia bercerita apa yang menjadi masalah besarnya. Karena pada saat ditanya terlalu banyak, yang ada bukannya ngerasa tenang, tapi malah ngerasa makin tertekan.
2. Sebisanya, ada disisinya untuk memberikan pelukan atau elusan dibagian punggung atau kepala untuk membantu menenangkan
3. Jauhin semua benda berbahaya yang bisa digunakan untuk menyakiti dirinya
4. Biarkan ia menangis sampai puas supaya merasa lega, karena walaupun gak menyelesaikan masalah, tapi nangis itu ngebuat lega.
Jangan pernah merasa bahwa kita itu sendirian. Tanpa kita sadar, kadang banyak yang sayang sama kita. Dan sebenernya, kita memang gak pernah sendiri sama sekali, karena malaikat-malaikat Tuhan selalu menyertai kita kemanapun kita pergi. :)
Yah kurang lebih itulah ya share dari aku tentang Bunuh Diri atau Menyakiti diri sendiri.
Semoga berguna dan semoga bisa membantu kalian mengingat bahwa bunuh diri itu bukan jalan keluar terbaik dari segala hal yang kalian hadapi. Keep smile, pray and try to be the best. :)
Referensi :
-pengalaman pribadi-
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri
http://id.wikipedia.org/wiki/Bipolar_disorder
http://bipolarcenterindonesia.blogspot.com/
http://www.risasaraswati.com/2011/06/yakin-masih-mau-bunuh-diri.html
http://www.mobgenic.com/2012/09/17/orang-orangjenius-yang-diduga-mengalami-gangguan-mental/
-pengalaman pribadi-
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri
http://id.wikipedia.org/wiki/Bipolar_disorder
http://bipolarcenterindonesia.blogspot.com/
http://www.risasaraswati.com/2011/06/yakin-masih-mau-bunuh-diri.html
http://www.mobgenic.com/2012/09/17/orang-orangjenius-yang-diduga-mengalami-gangguan-mental/






1 komentar:
haii. azzahra. boleh minta kontak email / whatsapp ? kebetulan saya membuat skripsi yang berhubungan dengan blog ini. Kalo tdk keberatan, kontak saya di kvinstiono@yahoo.com
Posting Komentar