UN 2013 itu UN yang ngebuat gw ketawa gak jelas pada saat gw baca beritanya dimana-mana. Apalagi pas gw baca kalimat “UN DIUNDUR”. Hahahahahaha. Ya iya banget UN sampe diundur. Setelah dicari tau, ternyata ada kesalahan dalam pendistribusian soalnya di beberapa Provinsi. Kocak banget beneran bisa sampe diundur begitu. Seumur-umur gw baru denger ujian akhir bisa diundur. Bingung juga itu kesalahan dari pihak siapa. Bingung juga udah kaya gitu masih aja dipertahankan adanya UN.
Gw pribadi sih lebih setuju UN untuk DITIADAKAN. Bukannya apa ya.. tapi bagi gw, adanya UN itu membuat anak-anak harus memforsir dirinya. Ada yang bilang, Indonesia itu menetapkan standard seperti itu untuk memajukan nama bangsa. Untuk menciptakan generasi-generasi yang pintar. Tapi, bagi gw itu gak mendidik. Kalo dipikir baik-baik ya, UN itu kan cuma di akhir kan ya, jadi belajarnya ya cuma pada saat UN aja. Sebelum UN mah ya sama-sama aja. Jadi, gimana ceritanya mau bikin UN sebagai sarana untuk menciptakan generasi-generasi yg pintar kalo mereka cuma belajar karena tuntutan UN?
Contoh kasus yang bagi gw adalah salah satu alasan untuk ditiadakannya UN adalah kasus yang pernah terjadi di Jambi pada tahun 2010. Kasus ini tergolong mengejutkan bagi gw. Seorang siswi di Jambi, yang mendapatkan nilai tertinggi UN Bahasa Indonesia di sekolahnya mendapatkan amplop yang berisikan keterangan bahwa dia TIDAK LULUS dan harus mengulang ujian matematika. Dan karena tertekan, akhirnya dia bunuh diri dengan menenggak serbuk fungisida. (sumber : Duh, tak lulus UN bunuh diri).
Bisa kebayang gak, hal seperti itu bisa terjadi hanya karena 1 mata pelajaran. Kayanya gak adil banget ya seseorang bisa sampai gak lulus hanya karena 1 pelajaran yang nilainya kurang. Sadis banget. Sekolah bertahun-tahun hanya ditentukan dari salah satu pelajaran yang nilainya gak mencapai Standard Minimal Kelulusan.
Kalo buat gw, lebih baik standard para pengajarnya yang ditingkatkan dan metode pengajarannya pun dirubah. Kalo metode pelajaran dibuat menyenangkan dan gak "menakutkan" dan juga para gurunya emang mempunya kompetensi tinggi dan kualitas yang bagus, gw rasa juga pasti murid-muridnya bisa menjadi anak yang pintar dengan sendirinya.
Dan satu lagi, bagi gw, UN sama aja mengajarkan anak-anak untuk mencontek yang akhirnya bisa membawa efek yang gak baik di masa depannya nantinya.
Yah, tapi apapun yang terjadi mau UN ditiadakan atau gak, gw sangat berharap generasi-generasi dibawah gw, mampu menjadi generasi yang jauh lebih baik daripada generasi-generasi atasnya.
Sukses selalu, teman. :)
Bisa kebayang gak, hal seperti itu bisa terjadi hanya karena 1 mata pelajaran. Kayanya gak adil banget ya seseorang bisa sampai gak lulus hanya karena 1 pelajaran yang nilainya kurang. Sadis banget. Sekolah bertahun-tahun hanya ditentukan dari salah satu pelajaran yang nilainya gak mencapai Standard Minimal Kelulusan.
Kalo buat gw, lebih baik standard para pengajarnya yang ditingkatkan dan metode pengajarannya pun dirubah. Kalo metode pelajaran dibuat menyenangkan dan gak "menakutkan" dan juga para gurunya emang mempunya kompetensi tinggi dan kualitas yang bagus, gw rasa juga pasti murid-muridnya bisa menjadi anak yang pintar dengan sendirinya.
Dan satu lagi, bagi gw, UN sama aja mengajarkan anak-anak untuk mencontek yang akhirnya bisa membawa efek yang gak baik di masa depannya nantinya.
Yah, tapi apapun yang terjadi mau UN ditiadakan atau gak, gw sangat berharap generasi-generasi dibawah gw, mampu menjadi generasi yang jauh lebih baik daripada generasi-generasi atasnya.
Sukses selalu, teman. :)

0 komentar:
Posting Komentar