Jumat, 13 Desember 2013

Ucapan Belasungkawa dan Pandangan orang-orang terdekat Bung Karno

Inilah ucapan-ucapan belasungkawa saat kematian Bung Karno.





1.     Jenderal Panggabean




Menyatakan bahwa dalam menilai orang lain, kita tidak selamanya benar.
“Sekalipun demikian, kita harus menilainya dengan kejujuran. Hanya Tuhanlah yang berhak dan dapat menilai secara adil dan benar. Kita tidak perlu menutupi kesalahan seseorang, sebagaimana juga kita tidak perlu mengingkari jasa-jasa seseorang. Inilah sikap Pancasila”.

Hanya sejarah yang tak dapat berubah dan karena itu sejarah mencatat jasa-jasa dengan jujur, menggambarkan jasa-jasa Bung Karno sebagai salah seorang Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang perlu diingat dan dihargai.

2.    U Thant  - SekJen PBB (1970)




"Sukarno akan diingat sebagai Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia".

3.    Nikolai Podgorny (Presiden Uni Soviet)



Rakyat Soviet mengenal Sukarno sebagai pemimpin rakyat Indonesia dalam perjuangan mencapai kemerdekaan nasional dan dalam usaha kebangkitan negaranya adalah seorang pejuang aktif melawan imperialisme dan kolonialisme. Ia menggambarkan Presiden Sukarno sebagai “Seorang negarawan yang terkemuka”, yang namanya mendapat penghargaan tinggi di kalangan negarawan bangsa Soviet.

4.    Tito (Presiden Yugoslavia) - sahabat Bung Karno, terutama dalam penggalangan kekuatan non-blok




Kepribadian Sukarno sebagai seorang pejuang besar melawan kolonialisme akan tetap dikenang pada masa-masa yang akan datang. Presiden Yugoslavia itu melukiskan almarhum bekas Presiden Sukarno sebagai seorang pemimpin terkemuka dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.


5.    Jenderal Agha Muhammad Yahya Khan (Presiden Pakistan)



“Saya sangat bersedih hati mendengar telah wafatnya Dr. Ahmad Sukarno. Sebagian dari peranan yang pernah dimainkannya, baik dalam tingkat nasional maupun internasional, rakyat pakistan tidak akan dapat melupakan sumbangan Dr. Sukarno terhadap pengertian dan persahabatan yang telah ada di antara kedua negara kita. Semoga Allah menerimanya dalam keadaan damai. Amin. Atas nama pemerintah dan rakyat Pakistan, saya menyampaikan kepada Paduka Yang Mulia dan melalui Paduka Yang Mulia terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia dan juga kepada anggota-anggota keluarga yang mendapatkan musibah, bela sungkawa kami yang sedalam-dalamnya.

6.    Boumedienne (Presiden Aljazair) Negara yang ketika memperjuangkan kemerdekaannya  banyak mendapat bantuan moril maupun materiil dari almarhum Presiden Sukarno



“Dengan rasa sedih yang sedalam-dalamnya kami mendengar wafatnya Dr. Hj. Ahmad Sukarno, yang berarti hilangnnya seorang tokoh penting yang telah menandai sejarah negaranya melalui perjuangannya bagi rakyat Indonesia serta semua perjuangannya bagi keadilan dan kebebasan dunia. Dalam suasana penuh duka cita ini, atas nama Dewan Revolusi, Pemerintah dan Rakyat Aljazair serta atas nama saya pribadi, sudilah kiranya Paduka Yang  Mulia menerima rasa duka cita kami yang sedalam-dalamnya dan menyampaikan kepada keluarga almarhum, rasa simpati dan belasungkawa dari kami yang sedalam-dalamnya”.

7.    Pemimpin-pemimpin negara Malaysia, negara yang pernah menjadi sasaran konfrontasi dari almarhum.
7.1.         Tun Abdul Razak (Wakil PM Malaysia)



Menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya kepada keluarga bekas Presiden Sukarno dan menyampaikan rasa simpatinya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia
7.2.        Tun Dr. Ismail (Menteri Dalam Negeri)



“Kami semua menyesali wafatnya seorang pemimpin besar, apapun kesalahannya”.


8.   Ny. Indhira Gandhi (PM India) - Anak dari sahabat Bung Karno, Nehru



Wafatnya bekas Presiden Sukarno telah mengakibatkan dunia Afro Asia kehilangan seorang pemimpin yang paling senior dan terkenal.
“Perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme dan untuk kemerdekaan adalah sebagian dari sejarah”.

9.    Ferdinand Marcos (Presiden Filipina)




Ir. Sukarno adalah seorang pemimpin yang akan diperingati sebagai seorang yang telah mendirikan Republik Indonesia. Dia telah mempersatukan Indonesia di dalam masanya yang paling sulit. Peristiwa-peristiwa di waktu terakhir tidak mengurangi peranannya itu. Kami berduka cita karena wafatnya seorang pemimpin besar Asia.



10.  Dr. Frans Josef Roeder (Presiden Bundesrat)  Majelis Perwakilan Negara-negara bagian Jerman




Atas nama Presiden RFD telah mengirimkan kawat pernyataan turut berduka cita kepada Presiden Soeharto, atas wafatnya bekas Presiden Sukarno. Jasa-jasa Sukarno sebagai pejuang kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Indonesia tidak dapat dilupakan.

11.    Ton Duc Thang (Presiden Vietnam)




Ia sangat terkejut dan berduka cita mendengar wafatnya Bung Karno. Dikatakan bahwa rakyat Vietnam sangat menyayangi Bung Karno, sebagai pemimpin besar Indonesia yang sejak semula menyokong perjuangan rakyat Vietnam. Bung Karno telah berikan sumbangan untuk kedua rakyat Indonesia dan Vietnam. Rakyat Asia Afrika dan umat di dunia selamanya akan mengenang Bung Karno, pejuang patriotik Indonesia yang telah menjunjung tinggi solidaritas Asia Afrika melawan imperialisme dan kolonialisme.


12.   Surat Kabar Newsweek edisi 29 Juni 1970 (Surat kabar mingguan terbesar dan berpengaruh di dunia)

·         “Ketika beliau meninggal dunia minggu lalu setelah kesehatannya memburuk beberapa lama, maka hilanglah pula salah seorang tokoh raksasa dunia sesudah penjajahan”.
·         Selama 4 tahun belakangan, Bung Karno dalam tahanannya yang terselubung senantiasa dianggap sebagai hanya seorang diktator yang telah membawa negaranya kejurang kebangkrutan serta pemberontakan komunis, padahal beliau sesungguhnya adalah bapak negara nomor 6 terbesar jumlah penduduknya diatas bumi ini, seorang pahlawan revolusi yang mempunyai nilai lebih besar dalam abad ke-20 ini. Apapun yang menyebabkan jatuhnya, lama sebelum Bung Karno meninggal dunia, beliau telah berhasil mensejajarkan dirinya dengan Nehru, Kenyatta (kenya, afrika) dan Ho Chi Minh.
·         Di Tahun 1945 dengan kekalahan Jepang dalam perang dunia kedua, Bung Karno menurut majalah ini menghadapi ancaman hukuman mati sebagai seorang kolaborator seandainya Belanda dapat menjajah negeri ini kembali. Namun, sekalipun senantiasa di todong dengan senjata api oleh tokoh-tokoh yang lebih fanatik serta radikal, beliau mengumumkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dengan pengangkatannya sebagai Presiden saat itu juga, Sukarno menggerakkan suatu perang gerilya secara brilian selama empat tahun yang akhirnya dapat mengusir Belanda pada tahun 1949.
·         Bung Karno sebagai seorang pahlawan nasional yang di hormati dan dicinta.



13.  Manila Chronicle (Surat kabar Filipina)

Dr. Sukarno  tokoh Asia yang paling sukses dan besar dalam perjuangannya melawan penjajahan, menulis : “Sukarno tetap merupakan lambang walaupun dia dicela dalam saat terakhir hidupnya. Dia tidak mungkin dilupakan. Indonesia yang diciptakannya adalah pusaka yang ditinggalkannya”.

14.  Manila Daily Buletin

Kematiannya menandakan berakhirnya satu jaman dalam sejarah Indonesia. Peranannya dalam menyatukan negaranya dan dalam perjuangan kemerdekaan hingga tercapainya kemerdekaan itu diakui semua pihak”.

15.   Algemeen Handlesblad (Surat kabar harian Amsterdam)

·         Dalam tajuknya yang berjudul “Soekarno” antaranya menyatakan, bahwa bekas Presiden Sukarno akan selalu menjadi salah satu pahlawan terbesar dari sejarah bangsanya. Demikian pula kiranya jutaan rakyat Indonesia berpikir saat ini. Soekarno yang berdarah setengah Jawa dan setengah Bali, telah membangun bangsa Indonesia dan telah mempersatukan banyak suku bangsa yang tinggal di berbagai pulau di Indonesia menjadi satu bangsa. Dengan tindakannya itu, ia tergolong dalam generasi besar pembangun bangsa (nation builders), yang setelah perang dunia 2, masuk periode Dunia Ketiga (Derde Wereld). Sebagai Presiden pertama Indonesia, Soekarno menjalankan suatu politik luar negeri yang menempatkan negaranya dalam peranan utama dalam Dunia Ketiga.
·         Selama tempo 25 tahun belakangan ini, Nederland demikian terlibat dengan negarawan Soekarno dan tidak pernah hal tersebut dialaminya dengan negarawan lainnya. Bagian terbesar dari tahun-tahun ini Soekarno merupakan lawan negeri Belanda. Tetapi, kejujuran sejarah mewajibkan kita untuk mengakui jasa-jasa Soekarno yang telah membawa Indonesia kepada kemerdekaannya.
·         Tulisan wartawan P. Van Gastel dengan judul : Soekarno peletak dasar dari Indonesia
·         Halaman depannya memuat gambar besar Soekarno ketika tahun 1966 berziarah ke makam para Pahlawan Revolusi, Jenderal Yani cs.

16.   Vrij Nederland (Surat kabar mingguan nederland) edisi 27 Juni 1970

Memuat sebuah artikel yang emosionil sekali dari Prof. E. Utrecht. Ia menulis panjang lebar mengenai Soekarno seraya pemerintahan Soeharto sekarang dan orde baru Indonesia. Judul tulisan Utrecht itu adalah : Zwak heden en verdiensten van een humaan nationalist. Dari tulisannya ini diantara lain dikatakan, bahwa dengan meninggalnya Soekarno, hilanglah untuk selama-lamanya tokoh yang sejak tahun 1950 sampai 1966 merupakan tokoh politik yang paling penting di Asia Tenggara.

17.   Het Parool (surat kabar harian Belanda)

Memuat sebuah artikel dari Paul Van’t Veer yang pernah berjumpa dengan Bung Karno terakhir kalinya pada tahun 1967 dan mengungkapkan mengenai pertemuannya itu bahwa Soekarno sudah menjadi seorang yang patah hati, ragu-ragu dan lebih sakit. Soekarno tahu bahwa ia telah gagal, suatu mawas diri yang jarang dimiliki oleh negarawan-negarawan.

18.  South China Morning Post (surat kabar harian China)

“Orang yang memimpin Indonesia dari penjajahan kemerdekaan tidak ada lagi. Tidak dapat disangsikan bahwa wafatnya akan disesalkan apapun juga kesalahannya. Memang ia membuat beberapa kesalahan besar dan penting pada babak terakhir jabatan politiknya, akan tetapi hal ini niscaya tidak dapat mengurangi jasa-jasanya. Meskipun Indonesia terdiri atas ribuan pulau dengan penduduk yang mempunyai bahasa berbeda-beda, adalah jasanya bahwa ia mempersatukan mereka dan merintis jalan untuk bangsa satu bahasa dan kesetiaan”.

19.  Hongkong Standard (surat kabar harian Hongkong)

Dalam tajuk rencananya yang berjudul “Presiden Seumur Hidup Wafat” mengatakan :
Apapun juga yang telah dikatakan tentang diri orangnya dan politiknya, ia adalah perintis kebangsaan Indonesia. Apa yang ia perbuat untuk negerinya tidak ada orang lain yang dapar berbuat pada waktu negeri itu memerlukan seorang pemimpin. Ia mengisi lowongan itu dengan terpuji. Ia menjadi lambang kebangsaan Indonesia”.

20.Surat kabar di Indonesia
20.1.     Harian KAMI

BELIAU PERGI DENGAN BEKAS DI KALBU

Tidak seorangpun dalam peradaban modern ini yang menimbulkan banyak perasaan pro dan kontra seperti Soekarno. “Aku dikutuk seperti bandit dan dipudja sebagai dewa”. Kata-kata ini diucapkan oleh bekas Presiden RI yang dituturkannya kepada Cindy Adams dalam buku otobiografi Bung Karno yang diterbitkan tahun 1966.
Sampai akhir pekan kemarin, perasaan pro dan kontra itu kiranya masih bergejolak. Tapi pada hari minggu pagi yang cerah, ketika kabar itu menyebar luas, tatkala rakyat berjejal didepan RSPAD dan puluhan ribu segala lapisan berduyun-duyun menyaksikkan jasadnya dalam peti mati di Wisma Yaso, kiranya hanya ada satu perasaan tertinggal : Sedih dan keharuan atas kepergian seorang Pemimpin.
            Pemimpin bangsa yang selama hidupnya menimbulkan dan meninggalkan begitu banyak gejolak kehidupan Indonesia dan juga dunia itu, telah meninggal dengan tenang.
            Diruangan kecil RSPAD didalam peti mati sederhana, beliau seperti tertidur. Seakan-akan, penyakitnya yang kronis dan kejayaannya yang tenggelam, tidak membekas dalam kepergiannya yang damai.
            Hari ini dan sejarah kehadiran generasi yang lahir bersamanya, ditandai oleh riwayat pertempuran besar melawan reziem yang diciptakan dan dipimpin oleh Ir. Soekarno. Namun, siapapun akan tahu bahwa perlawanan itu adalah perlawanan terhadap ide, prinsip, praktek serta bentuk pemerintahan, yang pada awal mulanya juga pernah ditentang oleh Bung Karno.
            Kepergian Bung Karno sekarang, berarti pula kehilangan seseorang yang pernah kami kagumi.
            Kini beliau telah tiada. Pergi setelah menderita sekian lama, dan bukan sebagai si terhukum, tetapi sebagai bekas spejoang yang jasa-jasanya terus membekas di kalbu. Kita semua berkabung, kita semua menundukkan kepala. Kita semua dengan rela mengantarkan beliau ketempat peristirahatannya yang terakhir. Semoga, beliau memperoleh tempat yang layak disisi Allah SWT.
            Innalillahi wa innalillahi roji’un

20.2.    Harian Suluh Marhaen

IN MEMORIAM BUNG KARNO

Seorang tokoh proklamator kemerdekaan republik Indonesia yang juga merupakan salah seorang pendiri Partai Nasional Indonesia, BUNG KARNO, pada hari Minggu tanggal 21 Juni 1970 jam 07.00 telah wafat. Beliau wafat sesudah sejak tanggal 16 Juni malam dirawat di RSPAD, Jakarta mengalami berkali-kali kritis.
Tokoh proklamator RI dan Presiden RI pertama Bung Karno dilahirkan di Blitar tanggal 6 Juni 1901 dari keluarga pendidik, guru bernama Sosrodihardjo.
Sejak mudanya setelah melihat tanah air Indonesia berada didalam penderitaan penjajahan Belanda, semangatnya telah bergejolak. Beliau menerjunkan diri didalam pergerakan dan mengarungi pahit getirnya perjoangan, masuk keluar penjara dan dibuang ketempat-tempat yang terpencil seperti Endeh (Flores) dan Bengkulu.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa beliaulah yang memimpin Rakyat Indonesia kearah kemerdekaan dengan tema “Persatuan, dan sekali lagi Persatuan”, beliau mengerahkan seluruh kekuatan massa untuk dihantamkan kepada penjajah.
Salah satu dari pada daya upaya itu ialah mendirikan Partai Nasional Indonesia yang dimaksudkan sebagai Partai Pelopor. Seluruh hidup beliau, dicurahkan untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia. Dan sesudah keluar dari penjara Sukamiskin, Bung Karno menurut Majalah Pikiran Rakyat telah menyalakan obor-obor kemerdekaan bangsa di seluruh Jawa. Dari penjara beliau terus ke Kongres PPPKI di Surabaya dan melanjutkan perjoangannya.
Beliau menulis risalah “Mencapai Indonesia Merdeka” yang terkenal itu dan menggemparkan pemerintahan Hindia Belanda. Tinjauan politiknya kedepan sangat tajam. Waktu itu beliau mengatakan bahwa tidak lama lagi, perang Pasifik akan meletus dan pada saat itulah kekuasaan penjajahan akan jatuh dan Indonesia akan Merdeka.
Karena masalah dan tinjauan yang tajam itulah, maka beliau dihadapkan didepan Pengadilan Bandung yang sangat terkenal itu dan kemudian merata meluas dikalangan rakyat dengan judul “INDONESIA MENGGUGAT”.
Selama pendudukan Jepang, beliau bersama-sama dengan Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan Ki Bagus Hadikusumo merupakan tokoh 4 serangkai dan bersama-sama dengan tokoh-tokoh terkemuka dari seluruh Indonesia mempersiapkan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sesudah Jepang bertekuk lutut kepada Sekutu bersama-sama dengan Bung Hatta, Bung Karno memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia dan kemudian menjadi Presiden RI yang pertama sampai awal tahun 1966.
Selama menjadi Presiden RI beliau terus menerus mencurahkan pikirannya untuk mempersatukan Indonesia yang terdiri dari ribuan kepulauan. Selama menjadi Presiden, beliau merupakan tokoh internasional yang terkemuka dan memprakarsai perjuangan anti-imperialisme didalam forum-forum internasional seperti Konp.AA. Beliau juga memproyektir Konp. A.A.A yang kemudian menjelma menjadi Conefo dan didahului oleh Ganefo. Citanya yang mulai tumbuh sejak aman pergerakan yaitu Persatuan Nasionalisme  Islamisme dan Sosialisme inilah yang mennjadi unsur utama dari meledaknya G30S/PKI
Karena pendiriannya untuk mempertahankan prinsip tersebut diatas, maka MPRS menarik kembali mandat yang diberikan kepada beliau.
Beliau sekarang telah meninggalkan kita. Jika beliau wafat selagi masa jayanya, selagi beliau masih menjadi Presiden Seumur Hidup, maka orang akan berkata :
“Bung Karno telah meninggal”.
“Hidup Bung Karno”.
Tetapi, Bung Karno wafat dalam keadaan lain.
Sekalipun demikian, untuk sebahagian orang pemeo diatas masih tetap berlaku :
“Bung Karno telah meninggal”.
“Hidup Bung Karno”.

20.3.    Harian Kompas

PROKLAMATOR KEMERDEKAAN WAFAT

Pertama kita ingin memuji keputusan Presiden Soeharto tentang almarhum Ir. Soekarno, setelah bertukar fikiran dengan para wakil partai-partai politik, keluarga almarhum, sejumlah menteri dan Dr. Mohammad Hatta.
Keputusan untuk memakamkan almarhum Ir. Soekarno secara kenegaraan, berkabung tujuh hari dan menghormatinya sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia rasanya sesuai dengan kehendak orang banyak.
Dengan keputusan itu, Pemerintah dan kita semua tahu menghargai pemimpin-pemimpin Indonesia menurut proporsi jasa dan kesalahannya dan mampu menilai seseorang dalam perspektif sejarah.
Ir. Soekarno bersama Dr. Mohammad Hatta adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Peranan itu ia jalankan sebagai puncak perjoangannya sejak muda bersama pemimpin-pemimpin Indonesia lainnya.
Menonjol pula peranan almarhum untuk menjadikan penduduk Indonesia dari aneka macam suku bangsa dan keyakinan menjadi satu bangsa Indonesia.
Falsafat Pancasila merupakan hasil pemikiran berbagai tokoh. Tetapi rasanya tidak berlebihan bila dikatakan bahwa almarhumlah perumus dan salah satu pendorongnya.
Kegandrungannya akan persatuan yang dicampuri oleh egocentrisme dan strategi kaum komunis, akhirnya juga merupakan kelemahan almarhum.
Di antara keluarga bangsa-bangsa didunia, bangsa Indonesia sejak proklamasi kemerdekaannya dalam keadaan apapun tetap mempunyai harga diri dan martabat. Ini tentu salah satu hasil dari pembinaan kesatuan dan watak bangsa.
Bersama pemimpin-pemimpin Asia seperti Nehru dan Ali Jinnah, Ir. Soekarno meluaskan dan memupuk solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk kemerdekaan nasional dan identifikasi nasional.
Sayang kepemimpinannya baik didalam maupun di luar negeri kemudian tidak ditingkatkan untuk mengisi kemerdekaan dan memobilisir potensi nasional bagi kemakmuran rakyat.
Terlepas dari kekurangan-kekurangan doktrin politik dan watak pribadinya secara historis mungkin memang sampai sana sajalah peranannya. Memberikan tempat kepada pemimpin baru yang lebih sesuai dengan aspirasi bangsa sebagai kelanjutan dari perkembangan yang ia turut membinanya.
Dinilai dari perspektif sejarah, rasanya bekas Presiden Soekarno akan ditempatkan sebagai salah satu tokoh bersejarah baik untuk bangsanya sendiri maupun untuk kebangkitan nasionalisme di Asia Afrika.
Ada ungkapan berbunyi tentang orang yang sudah meninggal jangan berbicara selain tentang kebaikannya.
Kita semua akan menghormati ungkapan itu. Namun untuk kita semua yang memegang kepemimpinan dan kekuasaan dalam bentuk dan tingkatan apapun, riwayat hidup almarhum mengandung pelajaran.
Bahwa kekuasaan itu oleh watak kekuasaan dan watak manusia sendiri selalu cenderung untuk bersalah-guna. Maka itulah sebabnya setiap bentuk kekuasaan harus terbuka untuk kontrol, kritik dan koreksi.
Kita ikut mendoakan kesejahteraannya di akhirat dan penghiburan bagi seluruh keluarganya.

20.4.    Harian Berita Yuda

MENGHORMATI DAN MELEPAS PROKLAMATOR KEMERDEKAAN

Sudah lama Bung Karno menderita sakit. Hal ini kita semua mengetahuinya. Bahkan pernah dimasa beliau masih menjabat Presiden dinyatakan tidak ada harapan bahwa jiwa beliau masih bisa diselamatkan. Pada waktu ini disamping merasa kuatir, kita merasa sedih karena melihat sementara golongan telah menyalahgunakan keadaan sakit Bung Karno itu untuk spekulasi politik, kita lebih sakit lagi karena kemudian keadaan kesehatan Bung Karno itu telah disalahgunakan oleh bekas PKI untuk merencanakan dan melakukan petualangan politik yang manifestasinya kita rasakan dalam bentuk kekejaman pengkhianatan dan perebutan kekuasaan yang sekarang kita kenal dengan nama G30S/PKI. Kesehatan Bung Karno menurut pendapat tim dokter tidak pernah pulih lagi dalam arti yang sepenuhnya. Karena sesudah itu beliau sudah selalu berada dibawah pengamatan dan perawatan suatu team dokter.
Sesudah terjadinya lembar hitam G30S/PKI itu kita sudah mendengar berita-berita Bung Karno terlibat setidak tidaknya menurut berita-berita itu Bung Karno bukan tidak mengetahui adanya rencana petualangan G30S/PKI itu. Sesuai dengan rasa keadilan dan ketetapan MPRS karena itu terhadap diri beliau dilakukan pemeriksaan. Tetapi karena keadaan kesehatan beliau itu pula pemeriksaan belum sampai selesai untuk dapat dibawa kedepan pengadilan guna ditentukan hitam atau putihnya. Sekarang beliau karena penyakit itu pula telah berpulang ke rahmatullah. Sebagai ummat beragama kita melihat penyakit itu hanyalah sebagai salah satu sebab atau jalan untuk kembali ke rahmatullah, sebab ajal adalah ditangan Tuhan Yang Maha Esa, Bung Karno Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia telah tidak ada lagi ditengah-tengah kita. Kita bersedih dan kita sesalkan kejadian-kejadian yang mendahului kepergiannya. Kita bersedih dan kita sesalkan, karena kita semua tentu menginginkan mempunyai kenangan yang bersih terhadap setiap pejoang yang mendahului kita, terutama terhadap Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama dalam negara kita.
Maka itu marilah dengan kebesaran jiwa kita serahkan penilaian terhadap betul atau tidaknya Bung Karno secara sadar atau tidak sadar terbawa-bawa didalam lembaran hitam G30S/PKI itu kepada peneliti sejarah sesudah kita.
Walaupun tetap menjadi kewajiban kita pula untuk turut membantu mewariskan bahan-bahan objektif dan otentik mengenai Bung Karno untuk para peneliti sejarah sesudah kita nanti, kewajiban kita sebagai orang beragama dan sebagai Pancasilais pada saat wafat Bung Karno ini, ditambah pula justru karena belum selesainya pemeriksaan hukum atas dirinya, adalah melihat dan menghormatinya sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama dari Negara Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 itulah kita bersatu dan mempersatukan penghargaan dan penghormatan kita kepada Bung Karno yang sekarang sudah meninggalkan kita.
Jelas penghargaan dan penghormatan itu pula kita menarik pelajaran dari segala buruk dan baik yang terjadi di masa hidup Bung Karno untuk kita jadikan landasan persatuan yang lebih kuat didalam mencegah terulangnya pengalaman-pengalaman sedih dan pahit di masa lampau itu. Kita mungkin berbeda pendapat tentang buruk atau baiknya perbuatan Bung Karno sebagai manusia di masa hayatnya. Karena pemeriksaan hukum mengenai dirinya didalam hubungan dengan G30S/PKI belum sampai diselesaikan karena keadaan kesehatannya, mungkin kita berbeda pendapat pula tentang benar atau salahnya pendirian dan kebijaksanaan politik Bung Karno didalam mengumumkan dan mengamalkan Pancasila di masa almarhum masih menjadi kepala negara. Tetapi kiranya sebagai orang beragama dan sebagai Pancasilais terutama pada saat melepasnya menghadap Hakim Tertinggi ini kita bisa sependapat dan bersatu menghormati dan menghargainya sebagai Proklamator Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan sebagai Presiden Pertama dari Republik Proklamasi 17 Agustus 1945 itu.
Atas dasar yang sama itu pulalah kita berdukacita dan berkabung. Atas dasar yang sama itu pulalah kita sebagai orang beragama mendoakan semoga jasanya yang kita hargai dan hormati itu melapangkan jalan arwahnya menghadap Tuhan Yang Maha Esa dan meringankan kesedihan keluarga yang ditinggalkannya. Semoga Negara dan Bangsa yang bisa menunjukkan kebesaran jiwanya didalam melepas dan menghormati Proklamator Kemerdekaannya, mendapat perlindungan pula dari Tuhan Yang Maha Esa didalam mengisi dan mengutamakan kesatuan dan kemurnian cita-cita Proklamasi Kemerdekaannya, sehingga keamanan, ketenteraman, keadilan dan kemakmuran, kesejahteraan jasmaniah dan kesejahteraan rohaniah yang dicita-citakan sebagai masyarakat Pancasila itu dapat dibangun dengan persatuan dan partisipasi yang menyeluruh meliputi seluruh golongan dan lapisan rakyat. Aamiin ya Rabbalallamin.

20.5.    Harian Merdeka

BUNG KARNO MENINGGAL

                        Kemarin pagi, Bung Karno, Presiden Republik Indonesia yang Pertama, meninggal dunia. Peristiwa ini pastilah peristiwa internasional yang besar. Karena, setelah ia jatuh dari kekuasaannya, ia masih diperhatikan oleh bagian-bagian dunia tertentu, sehingga tidaklah mungkin untuk mengurangi segala jasa-jasanya semasa hidup berjuangnya, untuk bangsanya, maupun untuk dunia.
                        Mengenangkan orang-orang besar Indonesia yang telah pergi perlukah kita mengheningkan cipta. Lawan dan kawan akan tidak dapat memungkiri, bahwa Bung Karno semasa hidupnya semenjak umur 17 tahun, sampai di tahun 1945, telah memberikan segala-galanya untuk kemerdekaan bangsanya, seperti juga pahlawan-pahlawan kita lainnya. Semasa merdeka ia tercatat sebagai co-penyusun UUD 45, sebagai co-penciptanya Pancasila dan sebagai penanda tangan utama Jakarta Carter, sebagai penanda tangan Dekrit 5 Juli 1959, kembali ke UUD 45.
                        Pada saat seorang meninggal dunia, sudah menjadi kebiasaan manusia untuk mengenangkan jasa-jasanya dan tindakan yang positif. Jadi jika kita kenangkan sifat-sifat Bung Karno yang menyayangi rakyat Indonesia, itu adalah suatu sikap yang selalu dipertunjukkannya dalam hidupnya. Bung Karno telah banyak meninggalkan dan menurunkan sifat-sifat baik kepada bangsa Indonesia. Kesemuanya menunjukkan, bahwa ia adalah seorang besar Indonesia yang sukar mendapatkan tandingannya, khusus dalam waktu sekarang ini.
                        Jika ada kesalahan-kesalahannya, jika dalam peruangan yang menurut perhitungan, ia salah dan tidak dapat dibenarkan, maka itu termasuk resiko pejuang yang tidak mau diam dalam memberikan tuntunan kepada bangsa dan negerinya.
                        Dikemudian hari kita masih akan memikirkan dan mendiskusikan apa-apa peninggalannya yang dapat kita manfaatkan sebagai bangsa. Dan bangsa Indonesia yang besar, jika ditinggalkan oleh seorang besarnya, tentulah tidak akan berdiam diri saja, tetapi akan meneruskan cita-citanya yang betul-betul dapat membawa bangsa kearah kemajuannya. Sedang bagian-bagian dari ajaran-ajaran yang tidak dapat diterima, secara sportif harus dapat pula kita sisihkan.
                        Seperti juga pada setiap orang besar kita, menyolok sekali bagi perasaan Bung Karno semasa hidupnya, untuk mengingini negaranya menjadi kuat dan besar. Sahamnya yang sangat besar kearah itulah yang tidak pantas kita tiadakan!

20.6.    Harian Sinar Harapan

SEORANG PEJOANG BESAR PERGI

                        Dr. Ir. Soekarno, seorang pejoang besar telah wafat.

                        Sejak dari masa mudanya sewaktu masih mahasiswa ia terjun kedalam gerakan kemerdekaan nasional memelopori perjoangan itu yang memuncak pada tanggal 17 Agustus 1945, dimana ia tampil bersama Dr. Hatta sebagai Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.
                        Ir. Soekarno, pemimpin Republik selaku Presiden yang pertama selama 22 tahun. Selama ia berkuasa, banyak peristiwa-peristiwa bersejarah, diantaranya terwujudnya cita-citanya mempersatukan Republik Indonesia yang bebas merdeka dari Sabang sampai Merauke. Dalam masa waktu itu satu generasi telah menjadi dewasa dalam alam Indonesia merdeka.
                        Sebagai pemimpin pergerakan pembebasan nasional dan sebagai kepala negara ia tidak bebas- seperti halnya setiap manusia  dari kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan. Namun itu tidak mengurangi sedikitpun penghargaan dan penghormatan kita kepada Soekarno sebagai seorang pejoang besar dan sebagai seorang tokoh proklamasi kemerdekaan. Karenanya, sekalipun peranannya pada tahun-tahun terakhir, pemerintahannya menimbulkan banyak tanda tanya yang hingga kini belum terjawab, adalah wajar dan patut bahwa rakyat Indonesia berkabung dan bahwa kepadanya diberikan penghormatan terakhir dengan upacara pemakaman kenegaraan.
                        Bung Karno kini akan dikebumikan di Blitar, di Jawa Timur dari mana ia berasal. Ia pernah meminta agar di batu nisannya hanya dicantumkan kata-kata sederhana “Disini beristirahat Bung Karno penyambung lidah rakyat Indonesia”.
                        Kepada generasi muda ia telah mewariskan api semangat patriotisme yang kiranya akan hidup terus. Cita-cita Indonesia Merdeka yang berazaskan Pancasila menjadi kenyataan yang hidup.
                        Seorang pejoang telah berpulang.



sumber : Buku "Tragedi BUNG KARNO"

0 komentar:

Posting Komentar