Rabu, 11 Desember 2013

#TragediBintaro2 - Senin, 09 Desember 2013

Innalillahi wa Innalillahi Rojiun

Beberapa jam yang lalu, aku baru aja melihat TKP #TragediBintaro2 di perlintasan KA Ulujami, Jakarta Selatan. Kejadian itu jelas masih sangat melekat dalam ingatan kita semua. Kejadian itu baru aja terjadi Senin, 09 Desember 2013, pukul 11:23 siang di perlintasan KA Ulujami.



Kejadian ini cukup untuk membuat aku bangun dari tempat tidur untuk nonton TV, karena aku pribadi adalah orang yang males nonton TV. Bangun" aku tau dari pacarku kalo ada kecelakaan KRL. Awalnya, aku sama sekali ga tau tentang dimana TKP'nya, sampai pas aku baca dari akun twitter @detikcom bahwa itu terjadi di perlintasan KA Ulujami, Jakarta Selatan. Ga pake lama, aku langsung bangun dan nyalain TV terus langsung nyari berita tentang kecelakaan itu. Dan aku cukup kaget karena kecelekaan itu terjadi di rute yang biasa aku naikin hampir setiap malam. Yaitu rute dari Serpong - Tn. Abang. Makin dibuat kaget karena kecelakaan itu ternyata melibatkan Commuterline dan Truk Tangki BBM, yang berisi 24 Ribu Liter bahan bakar Premium. Langsung ngebayang itu pasti terjadi ledakan. Cuma ga abis pikir aja bagaimana hal itu bisa terjadi.

Berjam-jam aku duduk nonton TV hanya untuk terus mengikuti berita tentang kecelakaan tersebut. Kecelakaan yang terjadi pada Pk. 11.23 WIB itu langsung menjadi headlines di nyaris semua stasiun TV. Liputan dengan laporan terus menerus tentang perkembangan di lokasi kejadian. Kejadian ini tentu saja mengingatkan khalayak publik akan Tragedi Kereta Bintaro yang terjadi pada tahun 1987.

Aku terbiasa naik commuterline untuk pergi kemana aja termasuk di rute kecelakaan itu. Dan aku selalu duduk di Gerbong yang ada masinisnya. Karena posisi itu adalah posisi kereta khusus perempuan dan lebih memudahkan untuk akses aku untuk transit menuju kereta tujuan Bogor saat di Stasiun Tn. Abang. Ternyata gerbong itulah yang menjadi korban kecelakaan tersebut.

Berkali-kali ditayangkan video saat baru terjadi kecelakaan tersebut yang direkam oleh Yudhanta.


Video footage dari #TragediBintaro1987 yang memakan korban tewas sebanyak 156 jiwa dan luka-luka sebanyak lebih dari 300 orang juga sempat ditayangkan.


Kejadian itu sama-sama terjadi di hari Senin. Tempatnya pun hanya berjarak sekitar 500m. Tapi tolong siapapun yang membaca ini, jangan menghubung-hubungkan dua kejadian ini dengan hal-hal gaib ya. Karena semua itu bukan karena setan atau apapun, tapi jika diperhatikan dengan sangat jelas, ini semua terjadi pure karena human error atau kelalaian manusia. Bukan tidak percaya akan hal gaib, akan tetapi, untuk menghormatinya alangkah baiknya jika kita mengingat bahwa ini semua terjadi atas kehendak Tuhan YME.

Dalam #TragediKeretaBintaro pada tahun 1987, kecelakaan terjadi karena tabrakan langsung antara 2 kereta. Itu terjadi karena kelalaian petugas Stasiun Sudimara yang memberikan informasi yang salah. Sementara, #TragediBintaro2 yang baru saja terjadi 09 Desember 2013 ini dikarenakan kelalaian supir truk tangki BBM yang menerobos palang perlintasan kereta api yang sudah mulai menutup dan sirene juga sudah dibunyikan.

Menurut berita sampai dengan saat ini (11 Desember 2013 - Pk. 04.57 am), yang aku ketahui total korban yang tewas akibat kecelakaan ini adalah 7 orang. 3 diantaranya adalah Sang Masinis atas nama Darman Prasetyo, Teknisi KRL atas nama Sofyan Hadi dan Asisten Masinis atas nama Agus Suroto. Ketiganya adalah petugas PT KAI. Sedangkan 4 orang lainnya adalah para penumpang Commuterline tersebut. Beberapa meninggal ditempat sementara 2 orang meninggal saat dalam penanganan RS. Korban luka-luka dievakuasi ke beberapa Rumah Sakit.

Aku pribadi mengucapkan Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya untuk para keluarga dan kerabat para korban yang tewas dalam tragedi ini dan juga untuk seluruh korban luka-luka. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dan semoga amal ibadah para korban yang tewas diterima dan diberikan tempat terbaik disisi-Nya dan dilapangkan kuburnya. Untuk para korban luka-luka, semoga cepat diberi kesembuhan untuk kembali beraktifitas. Aamiin.

Hari ini pun aku membaca berita bahwa Sang Teknisi, Sofyan Hadi, sempat keluar dari ruangan masinis dan memperingatkan penumpang bahwa akan terjadi tabrakan. http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/12/10/5/200410/Sebelum-Tabrakan-Sofyan-Minta-Penumpang-Mundur

Dan sempat juga mendengar di berita bahwa sang masinis menutup pintu ruangannya rapat-rapat. Salut dan terima kasih yang sangat dalam aku berikan untuk para petugas PT KAI yang rela mengorbankan nyawanya untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korbanhttp://id.berita.yahoo.com/ini-alasan-masinis-kereta-bintaro-tidak-injak-rem-150443658.html

Dan pengorbanan mereka tidak sia-sia. Walaupun ada korban jiwa, tetapi paling tidak, tidak terlalu banyak.


Salut juga untuk semua warga, BaSARNas, Polri, TNI, Petugas PT KAI, Petugas DamKar dan semua yang terlibat bahu membahu dalam proses evakuasi korban dan juga bangkai kereta dan truk tangki. 

Semoga ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk orang-orang yang sering menerobos perlintasan kereta api, bahwa apa yang dilakukan itu bukan hanya bisa menimbulkan bahaya yang mengancam keselamatan dirinya, tetapi juga berbahaya untuk orang lain yang ada disekitarnya. 

Kereta api itu tidak "Menabrak" hanya orang-orang yang bandel aja yang menerobos jalannya si kereta api itu. Kereta api itu selalu berada di relnya, jadi dia tidak mungkin melanggar peraturan, hanya orang-orang bodoh yang lebih mengutamakan egonya untuk tetap menerobos perlintasan kereta, tanpa memperdulikan bahaya yang mengancam jiwanya. Ingat, kereta api itu tidak bisa mengerem dengan cepat layaknya mobil, motor atau kendaraan umum lainnya.

Malam tadi saat melintasi Perlintasan maut tersebut, aku pribadi melihat masih adanya police line dan sisa hangus juga pecahan kaca yang masih ada di tempat tersebut. Tidak lama, petugas mengumumkan akan ada kereta yang datang dari arah Kebayoran menuju Serpong. Tidak lama palang perlintasan turun dan sinyal juga sudah berbunyi. Kereta tersebut lewat dengan sangat perlahan - mungkin untuk menghormati kejadian yang baru saja terjadi ditempat tersebut - dan terlihat para penumpang yang mengintip keluar. Tiba-tiba perasaan sedih itu muncul dan membuatku nyaris meneteskan airmata. Mungkin karena aku sering naik di gerbong tersebut, aku jadi memikirkan bagaimana dan apa yang bisa kulakukan jika saat itu, aku'lah yang berada diposisi para korban. Aku bersyukur saat ini masih diberikan kesempatan hidup oleh Yang Maha Kuasa, sehingga aku masih dapat mengetik ini.

Untuk PT KAI, aku tadi sempat menaiki CommuterLine Rute Bogor - Jakarta Kota. Aku di gerbong wanita tepat bersebelahan dengan ruang masinis. Saat itu aku mencoba mencari dimana posisi kapak untuk memecahkan jendela dalam keadaan darurat pabila terjadi kecelakaan. Hanya saja aku tidak bisa menemukannya. Aku hanya melihat sebuah tombol SOS dibagian kanan atas dekat pintu ruang masinis. Apakah memang hanya beberapa gerbong yang memiliki kapak untuk keadaan darurat? Ataukah memang ada kereta-kereta yang tidak ada kapaknya? Karena dengan kejadian kemarin seharusnya safety untuk keadaan darurat menjadi yang penting untuk diperhatikan.

Dan aku pribadi berpendapat, mengapa pintu kereta tidak dibuat tombol atau apapun yang dapat membuat pintunya dapat dibuka dalam kondisi darurat atau pintu diberi sensor benturan yang sangat keras atau tabrakan, agar saat terjadi kecelakaan seperti ini, pintu dapat dibuka dan penumpang dapat menyelamatkan dirinya.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan YME dan dijauhkan dari segala marabahaya. Semoga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi dan sekali lagi, jadikanlah ini pelajaran yang sangat berharga untuk tidak seenaknya melanggar peraturan lalu lintas.

Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan nama ataupun berita. Sekian dan Terima kasih.

# Rabu, 11 Desember 2013, Sevel Bintaro Sektor 5.

0 komentar:

Posting Komentar